Dewan Guru
Pengajar PPM Ibnu Ash-Sholah adalah lulusan pesantren tradisional dan kampus dalam & luar negeri — mulai dari Al-Azhar Kairo, UIN Syarif Hidayatullah, ISID Gontor, hingga Universitas Negeri Jakarta. Perpaduan latar belakang ini menjamin santri mendapat pengajaran ilmu agama yang dalam sekaligus ilmu umum yang aplikatif.
Ust. Kasyful Anwar, S.Pd
- Pesantren:
- Daruttaqwa Cibinong
- S1:
- Universitas Negeri Jakarta (UNJ) — Pendidikan Ekonomi
Ust. Roro Dessyana Anyelir, MA.Hk
- Pesantren:
- Daarussalaam Cilangkap
- S1:
- Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir
- S2:
- UIN Syarif Hidayatullah — Syariah Islamiyah / Hukum Islam
Ust. Muhammad Zen, S.H.I, M.Pd
- Pesantren:
- Daarussalaam Cilangkap, Tapos, Depok
- S1:
- ISID Gontor (UNIDA)
- S2:
- IAIN Laa Roiba — Syariah — Perbandingan Mazhab dan Hukum (PMH)
Ust. Koharudin, S.H
- Pesantren:
- Daarussalaam Cilangkap
- S1:
- UIN Syarif Hidayatullah — Perbandingan Madzhab
Ust. Siti Mutmainnah, S.Pd
- Pesantren:
- Daarussalaam Cilangkap
- S1:
- Universitas Indraprasta PGRI — Pendidikan Matematika
Ust. Heruddin, S.Pd.I
- Pesantren:
- Daarussalaam Cilangkap
- S1:
- UIN Syarif Hidayatullah — Pendidikan Agama Islam
Latar Belakang Pengajar yang Beragam
Komposisi Dewan Guru PPM Ibnu Ash-Sholah dirancang agar santri tidak hanya mendapat satu mazhab pemikiran. Lulusan Al-Azhar Kairo membawa tradisi keilmuan Sunni klasik dan kekuatan Bahasa Arab. Lulusan ISID Gontor membawa metodologi KMI dengan disiplin bahasa aktif. Lulusan UIN Syarif Hidayatullah membawa pendekatan keilmuan Islam yang dialogis dengan kebutuhan kontemporer. Sedangkan lulusan kampus umum seperti UNJ dan Universitas Indraprasta PGRI memastikan mata pelajaran umum (Bahasa, Matematika, Pendidikan) diajar dengan standar pendidikan nasional.
Mayoritas Dewan Guru adalah alumni Pondok Pesantren Daarussalaam Cilangkap — ini bukan kebetulan: kesamaan latar pesantren membentuk kohesi nilai dalam pengasuhan santri. Tradisi Daarussalaam yang kuat dalam bahasa Arab, fiqih, dan tahfidz menjadi fondasi yang sama-sama dimiliki oleh para pengajar, lalu diperluas dengan spesialisasi masing-masing dari kampus lanjutan mereka.
Pengajar sebagai Pengasuh, Bukan Sekadar Pengajar
Karena PPM Ibnu Ash-Sholah adalah pesantren berasrama, setiap pengajar juga berperan sebagai pengasuh. Mereka tinggal di lingkungan pesantren dan terlibat dalam pendidikan santri sepanjang 24 jam — bukan hanya saat jam pelajaran di kelas. Filosofi ini sejalan dengan tradisi pesantren tempat mereka pernah menempuh pendidikan: pendidik tinggal bersama yang dididik.
Ingin tahu lebih lanjut tentang program pendidikan?
Lihat detail kurikulum, program tahfidz, bahasa, kitab kuning, dan kewirausahaan yang diajarkan oleh Dewan Guru kami.