Kegiatan Santri & Ekstrakurikuler
Pendidikan di Ibnu Ash-Sholah berlangsung 24 jam — bukan hanya saat santri berada di kelas. Sebagian besar pembentukan karakter justru terjadi di kegiatan-kegiatan luar kelas: organisasi, kepramukaan, olahraga, kesenian, dan komunikasi harian dalam Bahasa Arab dan Inggris. Halaman ini merangkum empat program ekstrakurikuler utama dan pola hidup berbahasa di asrama.

Empat Program Ekstrakurikuler Utama
Ekstrakurikuler merupakan program pendidikan yang dilakukan di luar pelajaran formal. Tujuannya memperkuat moral dan sikap mental santri, memperluas wawasan dan pengetahuan, serta membekali mereka dengan berbagai keterampilan. Program ini dilaksanakan langsung oleh santri sendiri melalui OPIS dan GUDEP PRAMUKA di bawah koordinator/staff lembaga terkait.
1. Muhadhoroh (Latihan Pidato/Ceramah Dwibahasa)
Muhadhoroh adalah latihan pidato/ceramah dwibahasa yang mempertemukan dua kompetensi sekaligus: penguasaan bahasa Arab atau Inggris, dan kemampuan menyampaikan gagasan di depan publik. Setiap santri mendapat giliran tampil, sehingga rasa percaya diri tumbuh secara bertahap. Inilah cara pondok mempersiapkan santri menjadi muballigh dan calon pemimpin yang fasih.
2. Kepramukaan
Kepramukaan menempati posisi penting di Ibnu Ash-Sholah. Santri tidak hanya belajar simpul dan baris-berbaris, tetapi juga karakter, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Detail program pramuka dibahas di bagian khusus di bawah.
3. Olahraga dan Kesenian
Kegiatan olahraga dan kesenian menjaga keseimbangan fisik dan ekspresi santri. Latihan rutin memberi ruang santri untuk menyalurkan energi, mengembangkan minat, dan menjalin ukhuwah lewat aktivitas yang menyenangkan. Pondok meyakini bahwa santri yang sehat tubuhnya dan terjaga emosinya akan lebih siap menerima pelajaran dan menghafal Al-Qur'an.
4. PLDKS (Pendidikan dan Latihan Dasar Kepemimpinan Santri)
PLDKS adalah pelatihan formal untuk membekali santri dengan keterampilan dasar memimpin: dari manajemen waktu, pengambilan keputusan, hingga kerja tim. Program ini menjadi jembatan antara teori organisasi yang dipelajari dan praktik nyata di OPIS, kepramukaan, atau kepengurusan kamar.
Eco-Pesantren & Budaya 5R
PPM Ibnu Ash-Sholah menerapkan konsep eco-pesantren sebagai bagian dari pembentukan karakter santri. Budaya 5R — Resik, Rapi, Rawat, Ringkas, Rajin — ditanamkan sejak hari pertama santri masuk pondok. Lima kebiasaan sederhana ini menjadi pintu masuk pemahaman bahwa menjaga lingkungan adalah ibadah dan bagian dari amanah khalifah di muka bumi.
Praktik nyata eco-pesantren mencakup: pengelolaan kebersihan asrama dan kelas dengan piket harian, pemilahan sampah organik dan anorganik, perawatan Botanical Garden di area pondok, serta kegiatan kewirausahaan yang sensitif terhadap dampak lingkungan. Santri yang berkebun, merawat tanaman, dan terlibat dalam aksi pelestarian belajar bahwa “modernitas” pesantren bukan berarti meninggalkan tanah dan alam — justru merawatnya dengan kesadaran baru.
Pendekatan ini sejalan dengan kurikulum kewirausahaan: produk pesantren tidak hanya menghasilkan ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan. Santri belajar bahwa amal jariyah bisa berbentuk pohon yang ditanam, kebersihan yang dijaga, dan proses produksi yang tidak meninggalkan beban bagi lingkungan.
Pramuka Gugus Depan Khusus Islam 38.048
Pramuka Gugus Depan Khusus Islam 38.048 menjadi wadah bagi santri menjalankan kepramukaan. Pramuka adalah proses pendidikan di luar sekolah dan keluarga, dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis, di alam terbuka. Berbasis Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, dengan sasaran pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti luhur.
Tujuan Pramuka
- Membentuk karakter generasi muda yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia.
- Menanamkan rasa cinta tanah air dan bangsa.
- Menggali potensi diri dan meningkatkan keterampilan.
- Membentuk anggota masyarakat yang berguna dan turut serta dalam pembangunan dan pelestarian lingkungan.
Jadwal Latihan Pramuka
Latihan pramuka di Ibnu Ash-Sholah dilaksanakan setiap Sabtu, pukul 13.30 – 15.00 WIB, bertempat di Lap. Asrama Putri dan depan Lab. Kewirausahaan. Jadwal yang konsisten ini memastikan setiap angkatan mendapat porsi latihan yang sama dan memudahkan koordinasi materi antar regu.
Materi Pramuka
Materi Tertulis: Pengertian Kepramukaan, Sejarah Baden Powell, Dasa Dharma & Trisatya, Sejarah Jambore Dunia, Pengertian WOSM, Semaphore, Morse, Kode Kehormatan, Kompas & Orientasi, Pionering & Simpul, Tanda Pengenal, Sistem Among, Membaca Peta Navigasi, Sandi Kotak/Jepang/Koordinat/Nomor, TKK & TKU, Tanda Jejak & Tanda Pengenal, dan First AID (P3K).
Materi Praktek: PBB-LKBB, Semaphore, Morse, Pionering, Simpul, Bentuk barisan dengan aba-aba isyarat, First AID (P3K), serta Ujian Praktek di akhir periode latihan. Komposisi materi tertulis dan praktek ini menjamin santri tidak hanya tahu, tetapi juga bisa.
Penilaian Pramuka
Penilaian pramuka mencakup empat aspek:
- Ujian Tulis
- Ujian Praktek
- Absensi dan Keaktifan
- Jiwa Dasa Dharma dalam keseharian
Aspek terakhir — jiwa Dasa Dharma dalam keseharian — menegaskan bahwa pramuka di Ibnu Ash-Sholah bukan sekadar kegiatan Sabtu sore. Nilai-nilai pramuka diharapkan menginternalisasi ke dalam karakter santri dan terlihat di seluruh waktu, baik saat latihan maupun di asrama dan kelas.
Kombinasi empat aspek penilaian ini juga mendorong keseimbangan: santri yang pandai ujian tulis namun jarang hadir akan tetap mendapat nilai rendah, demikian juga santri yang aktif namun tidak menyerap materi tertulis. Sistem ini melatih santri untuk hadir secara utuh — kepala, tangan, dan hati — bukan sekadar mengejar nilai di salah satu aspek saja.
Bahasa Arab dan Inggris Harian
Salah satu pengalaman paling khas di Ibnu Ash-Sholah adalah kebiasaan berkomunikasi dengan Bahasa Arab dan Inggris dalam keseharian — baik di kelas maupun di asrama. Ini bukan sekadar pelajaran, melainkan ekosistem hidup. Santri tidak menunggu jam pelajaran untuk berbicara dalam bahasa target; mereka memesan makan, meminta izin, bercanda dengan teman, dan bertanya kepada musyrif — semuanya dalam Bahasa Arab atau Inggris.
Target pembelajaran adalah agar santri dapat menggunakan bahasa sesuai kaidah, dan memiliki kesadaran menjaganya. Pencapaian yang ingin dilihat: santri dapat membuat karangan/muhadhoroh menggunakan bahasa yang dipelajari. Karangan tertulis menguji penguasaan struktur dan kosakata; muhadhoroh menguji keberanian dan kelancaran berbicara. Keduanya bersama menjadi indikator bahwa bahasa benar-benar telah menjadi bagian dari diri santri.
Inilah perbedaan mendasar antara belajar bahasa di pondok berasrama dan kursus harian: di pondok, bahasa hidup 24 jam. Tidak ada zona “istirahat” untuk kembali ke bahasa ibu. Konsistensi inilah yang membuat santri pesantren modern biasanya lebih cepat lancar dibanding pelajar yang hanya menemui bahasa di jam pelajaran.
OPIS sebagai Pengelola Kegiatan
Hampir seluruh kegiatan ekstrakurikuler dijalankan oleh santri sendiri melalui Organisasi Pelajar Ibnu Ash-Sholah (OPIS) dan GUDEP PRAMUKA, di bawah koordinator/staff lembaga terkait. Pendekatan ini bukan sekadar efisiensi — ini adalah kurikulum kepemimpinan dalam praktik. Santri pengurus belajar mengelola jadwal, menggerakkan teman, menyelesaikan konflik, dan mempertanggungjawabkan keputusan. Sementara santri lain belajar mematuhi kepemimpinan teman sebaya, yang sering kali lebih menantang dibanding patuh kepada guru.
Hasilnya, lulusan Ibnu Ash-Sholah membawa pengalaman berorganisasi yang sudah teruji — bukan teori dari buku, melainkan tahun-tahun nyata mengelola kegiatan, menghadapi kesalahan, dan belajar dari proses.
Peran koordinator dan staff lembaga tetap penting sebagai pendamping. Mereka tidak menggantikan keputusan santri, melainkan mendampingi, memberi masukan, dan memastikan kegiatan berjalan dalam koridor pendidikan yang benar. Pembagian peran inilah yang memungkinkan santri belajar mandiri tanpa kehilangan arah, dan belajar bertanggung jawab tanpa merasa ditinggalkan.
Jadwal Harian Santri
Kehidupan santri PPM Ibnu Ash-Sholah berlangsung 24 jam dengan disiplin. Berikut jadwal harian yang menjadi rutinitas santri dari sebelum subuh hingga istirahat malam:
- 03.45 – 04.00
- Santri dibangunkan dan bersiap ke masjid
- 04.00 – 04.15
- Sholat sunnah tahajjud
- 04.15
- Tadarus mandiri sampai adzan subuh
- Waktu Sholat
- Sholat Subuh berjama'ah
- 05.15 – 05.45
- Halaqah Tahfidz
- 05.30 – 06.30
- Pembinaan bahasa di asrama oleh pengurus santri (Bahasa kelas 5 & 6 TMHI oleh staff pengasuhan)
- 06.30 – 06.50
- Persiapan masuk kelas: Tandzif, mandi, makan, dsb.
- 06.50 – 11.30
- KBM pagi
- Waktu Sholat
- Sholat Dzuhur berjama'ah
- 11.50 – 13.10
- Sholat dan makan siang
- 13.10 – 13.20
- Persiapan menuju kelas untuk KBM siang
- 13.30 – 15.00
- KBM siang
- 15.00
- Membaca Al-Qur'an terpimpin
- Waktu Sholat
- Sholat 'Ashar berjama'ah
- 15.30 – 16.00
- Membaca Al-Qur'an di masjid dibimbing oleh pengurus
- 16.00 – 17.00
- Olahraga, kegiatan mandiri
- 17.00 – 17.30
- Mandi, makan dan persiapan ke masjid
- 17.30
- Membaca Al-Qur'an mandiri di masjid secara tertib & teratur
- Waktu Sholat
- Sholat Maghrib berjama'ah
- 18.15 – 19.15
- Halaqah Tahfidz
- Waktu Sholat
- Sholat Isya' berjama'ah
- 20.00 – 21.15
- Belajar malam / mandiri
- 21.15 – 21.30
- Pengabsenan di kamar / asrama, pembinaan bahasa, do'a bersama
- 21.30 – 03.45
- Istirahat malam
Tertarik mendaftar?
Pendaftaran PPDB tahun ajaran 2026/2027 sedang berlangsung. Hubungi panitia atau isi formulir online.